Perang masa kini dan masa depan adalah perang electronics dan robotic salah satu nya adalah pesawat tempur tanpa awak Drone, UAVs ini bisa dibagi dalam 2 katagori kegunaan; 1. UAVs untuk Surveillance purpose, 2. Drone predator yang dilengkapi missile dan Boms, Drone ini adalah peawat tempur dikontrol oleh pilot di darat melalui satelite dan dipersenjatai dengan lethal weapon, missile dan rudal, drone ini sangat efektif dan beresiko kecil kehilangan penerbang atau crew, untuk operasi nya pesawat dapat digerakan dari kapal induk atau dilakukan dari landasan pesawat biasa atau terbatas untuk itu diperlukan pengorganisasian dibentuk batalion Drone dibawah TNI AU, system radar dan satelite khusus untuk kontrol pergerakan drones dan pilot darat yang terlatih dan memiliki brevet pilot pesawat tempur UAVs.
Penggunaan drone ini berhasil efective dalam operasi tempur dan pengamatan seperti yang dilakukan Amerika dan Inggris di Afganistan ,Irak , Libia dll. untuk tahun 2012 drone telah melakukan rata2 9 sorty perbulan dengan membawa misille Hellfire (500Kg ), dan GBU-12 ( 250Kg).
TNI AU telah menggunakan UAVs jenis Wulung dan Heron untuk pengamatan perbatasan di Kalimantan, apa UAVs ini dapat di update menjadi Drone, harapan kita PTDI dan Pindad dapat mengembangkan wulungdan alap2 menjadi Drone pada 2020, karena akan diawali dengan pengiriman UAVs dan Drone dan pesawat stealth sebagai penghancur batery rudal dan Arhanud serta lokasi2 strategis seperti Pabrik senjata, dan industry alutsista.
Artinya apa untuk mempertahankan wilayah NKRI Indonesia sangat wajib ( kudu ada ) rudal jarak pendek seperti BUK-M2, Pansir dan rudal jarak menengah seperti SS350 dan SS400. untuk menjamin agar Drones dan pesawat Stealth Fighter tidak menerobos dan menghancurkan pertahan dan lokasi strategis yang ada di teritory indonesia.sebaik sudah terdeteksi di atas 200mil batas laut ZEE Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar